Hari2 ini makin dongkol aja sama PT KAI.
Yang seenaknya ngganti KRL ekonomi ke AC ekonomi. Nampaknya ini bukti keseriusan rencana PT KAI untuk mengganti semua KRL Ekonomi dengan KRL AC Ekonomi. Memang tidak sekaligus tp bertahap…yang sudah sudah dilaksanakan memang tidak mempengaruhiku, karena tidak pada jam berangkatku….tp kali ini …….tepat di jam berangkatku….Rencana keuangan dan planning keluarga yang sudah kurencanakan jadi amburadul. Hasilnya bisa ditebak = KRL penumpang makin menyesak memburu kereta yang makin langka ini, apalagi kl bukan demi mengejar biaya yang terjangkau. Kereta jenis ini memang yang paling murah-meriah ; untuk berkommuter ria alias pergi PP Jakarta Bogor cukup dengan merogoh kocek Rp 2.000 sekali jalan. Tapi mengenai kenyamanan jangan tanya lagi, tidak ada !! apalagi pada jam sibuk , kita akan digencet, diplenet, dipress-press sampai tiada ruang tersisa bahkan untuk menapakkan kaki. Muka beradu Muka. Bahkan tak jarang orang bisa mempertaruhkan nyawa demi sampainya dia ke tempat kerja. Barang/ property ( HP, dompet, uang recehpun ) harus selalu dalam pengawasan dan pengamanan masing2. Udara yang pengap karena tidak bekerjanya kipas angin di dalam gerbong akan melengkapi penderitaan ini. Naik kereta dg bonus sauna cuman bisa dinikmati di sini.

Di saat rakyat butuh angkutan murah dan masal. Di mana KRL menjadi andalan untuk mengangkut secara masal manusia yang praktis dan efisien. satu demi satu KRL ekonomi diganti dengan KRL yang biayanya lebih mahal. Memang sih untuk perbaikan pelayanan PT KAI harus melakukan hal ini. Pahit untuk semua orang…tapi KAI tidak punya pilihan lain. KAI sering disalahkan orang kalo ada keterlambatan, macetnya gerbong-gerbong tua yang sesungguhnya tidak laik jalan itu. Dari data penumpang KA tahun 2008 disebutkan bahwa pada periode ini terdapat 30 juta penumpang yang tidak membeli karcis ….nah Loo

Siapa yang salah dan siapa yang benar….Rakyat yang sedang susah kadang membenarkan tindakannya yang tidak melakukan kewajibannya. Tapi bagaimanapun juga kita harus belajar menjalankan aturan. Kita kadang mengedepankan hak kita. Semoga dengan pergantian ini pelayanan KA kita akan makin canggih dan akhirnya kita yang akan menikmatinya.images