gambar diambil dari klikvnet.netkentongan

Grup ronda hasil undian
Sesuai kesepakatan tingkat RT, akhirnya jadi juga dibentuk grup-grup ronda di kampung saya. Karena ada 35 KK (kepala keluarga) maka dibagilah 7 hari dengan anggota 5 orang per grupnya melalui undian. Hal ini dilakukan hanya selama masa puasa Ramadhan menjelang Hari Raya Idul Fitri, mengingat masa paling rawan adalah pada masa ini. Orang yang terdesak akan kebutuhan hari raya sering melupakan akal sehatnya. Apa-apa bisa menjadi sasaran, kebanyakan kompor dan tabung gas hasil pembagian pemerintah.

Bolong-bolong ronda
Sering dilakukan orang tertentu. Ada beberapa trik untuk menghindarinya. Mulai dari alasan ngga enak badan sampai tugas luar kota. Ronda bagi sebagian orang memang menjemukan. Di saat orang lain terlelap dibuai mimpi kita terkantuk-kantuk sendiri di pos jaga ditemani nyamuk. Kalau para anggota ronda ini maniak kartu, malam bisa dibunuh dengan memainkannya semalam suntuk, tapi bagi yang ngga’ suka main kartu, paling dilalui hanya dengan mengobrol antar sesama rekan atau mendengarkan radio.

Crazy nite
Ada satu malam yang ngga bisa dilupakan, hanya karena sapaan yang dianggap salah, dua orang anggota ronda saya hampir saja berkelahi. Masalahnya karena ada salah satu orang yang menyapa dengan nada guyon teman lain, “Kok baru kelihatan, Pak?”. Rupanya sapaan yang saya anggap biasa ini dianggap sebagai sindiran bagi orang yang disapa itu, yang kebetulan pada minggu yang lalu tidak pergi meronda dengan alasan sakit. langsung terjadi adu mulut yang ngga’ bermutu, semua kata-kata kotor keluar, tantanganpun keluar dengan menyertakan golok, entah apa jadinya kalau yang satu juga menanggapi serius tantangan di subuh itu.
Saya yang sebagai orang baru di situ(lk 1tahun) yang belum mengerti watak asli orang di kampung ini terperangah seakan tidak percaya. Hanya karena masalah sepele orang melupakan akal sehatnya demi masalah yang tidak penting sangat, di siang hari mereka puasa berlapar-lapar tapi pada malam hari mereka menghamburkan kemarahan dengan leluasa.

Obrolan-obrolan
Yang diobrolkan bisa ngalor ngidul, mulai dari kelakuan tetangga tertentu yang dianggap menyalahi adat setempat, tempat-tempat angker di sekeliling kampung, asal muasal kampung sampai sex. mengenai sex ini pun seringkali memunculkan gurauan lucu…ada orang yang sangat”terbelakang” masalah sex tapi anaknya banyak sehingga jadi gurauan tetangga yang lain, pengetahuannya kolot dan konvensional. Ada yang tidak suka membicarakan sex, tapi sebaliknya ada yang begitu menggebu kalau diajak bicara tentang sex. Pokok pembicaraanya ngga’ jauh-jauh dari BUPATI(buka paha tinggi-tinggi) atau SEKWILDA(sekitar wilayah dada). Baginya Sex tiap malam Jumat itu sunnah rasul, malam lainnya kebutuhan wajib. Wahhh….

Acara Ronda
Acara ini dijalankan selain dengan yang sudah disebutkan di atas adalah keliling membangunkan sahur (wajib), juga mengambil jumputan beras, “memanen” buah tetangga, mengintip orang “sunnah” dan lain-lain.