Beberapa hari ini hari-hari kita dihiasi dengan berita yang mengharubiru perasaan kita. Telah terjadi kecelakaan pesawat terbang di daerah pegunungan Salak, Perbatasan anatara Kabupaten Sukabumi dan Bogor. Jerit tangis dan tangis pilu para keluarga maupun ahli waris korban terlihat memilukan di layar TV kita.

Pada hari itu tanggal 9 Mei 2012 memang dilaksanakan penerbangan Demo atau dikenal sebagai Joy Flight sebuah industri pesawat terbang dari Rusia yang ingin memperkenalkan produksinya di Indonesia.

Kecelakaan

Pada Rabu, 9 Mei 2012, sebuah pesawat Sukhoi Superjet 100 dengan nomor penerbangan RA36801, melakukan demonstrasi penerbangan atau joyflight yang diseleggarakan oleh PT Trimarga Rekatama. Pesawat Sukhoi Superjet 100 ini berangkat dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta pada pukul 14.12 WIB dengan mengangkut 45 orang . Delapan orang di antaranya merupakan awak pesawat warga Rusia. Penumpang lainnya dari media massa dan utusan perusahaan di bidang penerbangan di Indonesia.
Tak lama kemudian, pesawat ini menghilang dari layar radar di ketinggian 1.900 meter (6.200 kaki) pada koordinat 06° 43′ 08″ Lintang Selatan dan 106° 43′ 15″ Bujur Timur. Koordinat ini diperkirakan di sekitar Cidahu Gunung Salak, Jawa Barat Tanggal 10 Mei 2012, serpihan Sukhoi Superjet 100, terlihat di tebing di Gunung Salak. Diduga pesawat Sukhoi Superjet 100 ini menabrak tebing batu di Gunung Salak dan diperkirakan tidak ada korban yang selamat. Jumlah penumpang yang meninggal dalam Sukhoi Superjet 100 itu adalah 45 penumpang .

Sampai dengan hari ini telah banyak jenazah yang telah ditemukan, kebanyakan dari mereka ditemukan dalam kondisi tidak utuh diduga merupakan hasil hantaman yang keras (deep impact) dari benturan tersebut. Pihak kepolisian, BASARNAS, Kopassus, Brimob, sukarelawan pecinta alam, warga masyarakat sekitar dibantu pihak Rusia sebagai pemilik pesawat berjuang sekuat tenaga untuk menyelesaikan proses evakuasi korban maupun bangkai pesawat.

Spesifikasi Pesawat


Sukhoi Superjet 100  merupakan sebuah pesawat yang dibuat dan dikembangkan oleh Sukhoi. Pesawat ini merupakan salah satu pesawat terbaru di Rusia dan merupakan pesawat penumpang Rusia pertama yang dikembangkan pasca bubarnya Uni Soviet . Pesawat ini ditujukan untuk menggantikan Tupolev Tu-134 dan Yakovlev Yak-42 peninggalan Soviet yang sudah tua dan sering mengalami kecelakaan. Di pasar global, Superjet 100 berkompetisi dengan seri pesawat regional Bombardier CRJ (produk negara Canada),  Embraer E-Jets (produk negara Brazil) serta Antonov An-148 (produk negara Ukraina).

Proyek Superjet 100 didukung sepenuhnya oleh pemerintah Rusia dan dikatakan sebagai salah satu proyek nasional terpenting. Sukhoi Superjet 100 pertama kali mengudara pada 2011. Pengguna pertamanya adalah maskapai penerbangan nasional Armenia, Armavia, yang membeli sebanyak 4 unit. Aeroflot, maskapai penerbangan nasional Rusia memesan sebanyak 50 unit, tiga diantaranya sudah masuk dinas. Di Indonesia, pesawat ini telah dipesan Kartika Airlines sebanyak 15 unit, dan Sky Aviation, juga sebanyak 15 unit.

Mesin SaM146, dikembangkan oleh Powerjet, sebuah joint venture antara NPO Saturn Rusia dan Snecma Perancis.
Pesawat ini mulai diproduksi pada tahun 2007. Hingga saat ini jumlah produksinya adalah 6. Perancangannya dimulai mulai tahun 2000 oleh Sukhoi dengan dukungan perusahaan kedirgantaraan Barat seperti Boeing sebagai konsultan proyek, Alenia Aeronautica sebagai partner strategis. Snecma sebagai risk-sharing partner, dan berbagai perusahaan lainnya seperti Thales sebagai penyedia paket avionik. Pesawat ini telah disertifikasi laik terbang oleh Komite Penerbangan Antarnegara pada 3 Februari 2011 dan diharapkan sertifikasi Uni Eropa segera menyusul.

sumber : wikipedia dan berbagai media

Advertisements